Wednesday, 15 April 2015

arek surubaya dari persebaya lanyal mataliti , supporter paling bodoh di dunia


Aksi Teatrikal Suporter Persebaya Tolak Intervensi BOPI
lihalah kebodohan dari presebya lanyala mataliti ini. sejak dulu . gambar ini saya ambil dari vivanews.com. tentu ini harus di buktikan bahwa memang sosok menpora saat ini tidak profesional

karena jaman dahulu persebaya pecah jadi dua . persebaya 1926, dan dengan enaknya persebaya isl membentuk tim baru dimana saat itu ketuanya adalah lanyala mataliti.
seperti kita ketahui di bawah pengurusan dari wakil ketua ini. dia membawah btn dan hasil kerjanya adalah enol dimana aff dan juga under 23 gagal , serta untuk posisi dari fifa indonesia kalah dari timoer leste. sungguh memalukan apa yang dilakuakn oleh supporter yang menamakan dirinya areka surabaya.

kita bisa mengetahui apakah persebaya itu asli ataupun tidak ketika main di isl tahun kemarin. lalu timbul pertanyaan. apakah pssi yang notabene di isi dengan orang-orang lama, atau dengan kata lain. orang-orang lanyalla mataliti. dan terus terang jika mereka tidak jadi ketua maka mereka akan kehilangan mata pencarian mereka.

ketika persebaya main di gelora bung tomo tidak ada persebaya ataupun bonek yang memenuhi stadion untuk menonton mereka bermain. ini jadi sebuah pertanyaan apakah pssi manut saja dengan lanyala mataliti yang kita ketahui selalu merusak sepak bola nasional saat itu.

seharusnya kalau kita jadi pendukung tetap lahjadi pendukung yang baik dan juga benar , kita selesaikan sebuah masalah dengan baik dan tidak harus menjelek-jelekkan suatu institusi apalagi pemerintah. karena itu kita harus mengawal pssi. ataupun jika memang pssi selalu konflik saja dan tidak mau mengurusi sepak bola dengan baik mending kita akan melihat liga asing saja tidak lagi liga indoensia

menganalisa pssi dan keputusannya . di klb. joko driyono sekjen yang mencla dan mencle

indonesia selalu penuh dengan drama tidak pssi dan juga tidak di pemerintahaan. arema yang jelas-jelas tidak memenuhi dengan kriteria bopi. betulkah bopi menghambat daripada kemajuan sepak bola nasiaonal  yang ada di indonesia. beberapa kerugian negara yang di akibatkan karena pemain - pemain profesional yang ada di arema dan juga persebaya tidak membayar pajak. tentu itu sungguh aneh karena mereka di cap sebagai profesional . dan para arema nia ataupun bonek mani di suruh untuk demo menuntut dan meminta arema dan presebaya untuk di ikutkan lagi dalam qnb league

PSSI Akan Memutuskan Nasib QNB Leaguemaka dari itu bopi harus terus menunjukkan kekuasaannya untuk "memasksa" agar arema chronus untuk menyelesaikan permasalahannya. begitu juga dengan persebaya. semoga ketegasan ini bisa membuat klub-klub di indonesia menjadi lebih profesional lagi.


itulah kenapa penerimaan indonesia dari pajak kurang . sehingga wajar saja jika bopi memintah agar klub tersebut membayar pajak dan segera menyelesaikan kewajibannya. agar pemain-pemain asing yang bermain di indonesia mempunyai jaminan kesehatannya. kita tidak mau lagi corri kamar dan dieogo medieta akan punya teman karena oleh klub d indonesia tidak di bayarkan gajinya

Ari Wibowo, Direktur Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi (SEMPRIT), menduga bahwa klub-klub Indonesia Super League (ISL) tidak pernah membayar pajak untuk kas negara. Hal ini aneh mengingat klub-klub tersebut kerap mengklaim diri sebagai klub profesional dan para pemainnya pun mendapatkan gaji jutaan bahkan puluhan juta rupiah tiap bulan.

“Bayangkan, di Indonesia pegawai rendahan dengan upah hanya sedikit di atas UMR (Upah Minimum Regional) saja dipungut PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 21 oleh kantornya. Bagaimana bisa pemain-pemain ISL yang gajinya puluhan juta rupiah per bulan tidak membayar pajak?” tukas Ari Wibowo dalam pers rilisnya beberapa waktu lalu.

Tak hanya pemain lokal, Ari Wibowo juga curiga bahwa para pemain asing yang merumput di tanah air pun tidak pernah membayar pajak. Atau, bisa juga manajemen klubnya telah memotong gaji mereka untuk pajak, namun uang tersebut tidak pernah disetorkan kepada negara.

“Kok enak banget mereka (pemain asing) cari makan di sini tapi gak bayar pajak? Padahal TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan TKW (Tenaga Kerja Wanita) kita di luar negeri banyak yang tak dibayar gajinya, bahkan mendapat perlakuan yang menyedihkan. Ini yang saya sebut sebagai pengkhianatan terhadap para TKI kita,” papar Ari Wibowo.

“Artinya, tak hanya mengkhianati para TKI dan TKW, jangan-jangan klub itu juga mengkhianati pemainnya sendiri,” bebernya.

mungkin juga karena menpora saat ini cukup bersih sehingga dia tidak takut dengan ancaman dari para klub tersebut. utnuk itu sepertinya isl akan di teruskan karena banyak klub sejumlah 16 klub yang memang layak untuk mengikuti kompetisi qnb league .

sehingga mau tidak mau klb akan terus menggulirkan kompetisi tersebut .dan keputusan yang kadang di ambil oleh sekjen pssi kurang tegas . semoga saja pssi dengan ini melindungi pemainnya dan membayarkan gaji-gaji dari para pemain nya.